Selama ini kalau bepergian, saya cenderung memilih penginapan jenis hotel. Alasannya karena jenis penginapan ini lebih familiar buat saya. Tapi, waktu jalan-jalan sendirian ke Yogyakarta bulan September kemarin, saya mencoba menginap di hostel, namanya Wood Stone Hostel. Kesan yang saya dapatkan, seru dan capek!!
Saya
bilang seru karena ini pertama kalinya saya jalan-jalan sendirian ke
kota lain, tanpa tahu mau ngapain disana. Kalau orang Jawa bilang “Budhal wae”.
Sebenarnya ini adalah perjalanan tambahan setelah kegiatan kantor di
Jogja selesai. Mumpung dibolehin suami nambah sehari jalan-jalannya.
Yang bikin capek, karena saya tersasar berkali-kali naik Trans Jogja
sambil bawa tas besar di punggung akibat gak bisa baca rute. Akhirnya
saya menyerah dan memilih naik Go-Jek ke lokasi hostel hehehe.
Dari informasi www.booking.com tempat saya memesan hostel, Wood Stone Hostel ini berjarak 2,6 km dari Mal Malioboro, dekat dengan Keraton Yogyakarta, Istana Kepresidenan Yogyakarta dan Benteng Vredeburg. Bahkan saya bisa berjalan kaki dari hostel menuju Alun Alun Kidul.
Di Wood Stone Hostel, saya memilih Kamar Queen untuk satu malam dengan harga Rp 180.000. Kamarnya bersih, dilengkapi Air Conditioner (AC). Kasurnya cukup nyaman, disediakan gantungan baju dan handuk. Di sini juga menyediakan loker untuk menyimpan tas bawaan. Seperti nama hostelnya, sebagian besar interiornya berasal dari kayu dan batu.
Sedangkan untuk kamar mandi, ditempatkan terpisah dari area kamar tidur. Sebenarnya saya lebih nyaman kalau ada kamar mandi dalam. Bukan kenapa-kenapa, saat itu hostel lagi ramai pengunjung, yang semuanya adalah orang asing/bule. Kemampuan bahasa inggris saya itu lho minim. Kalau papasan waktu mau ke kamar mandi, bingung mau ngomong apa hahaha. Sempat chat dengan seorang teman dan dia bilang “Bagus dong, sekalian latihan ngomong inggris”. Iya sih…..Ngomong-ngomong, saya suka sekali dengan konsep kamar mandinya. Kamar mandi shower dengan susunan batu alam untuk refleksi kaki.
Pelayanan di sini juga bagus banget. Pemilik hostel sangat ramah dan baik, malah kasih informasi tempat menarik di sekitar hostel. Tapi jangan harap akan menemukan keramaian seperti malioboro, kawasan ini cukup sepi, tapi masih bisa kok menemukan food street, supermarket, café bahkan pub. Di sini juga menyediakan paket wisata untuk tamu, persewaan sepeda, dan dapur. Saya cuma mencoba menggunakan dapur untuk membuat secangkir teh, sambil ngobrol dengan pemilik hostel.
Wood Stone Hostel juga menyediakan sarapan untuk tamu, tapi lagi-lagi saya gak sempat mencoba karena harus berangkat pagi-pagi ke stasiun untuk kembali ke Malang. Sarapan di sini disediakan jam 08.00-10.00, dan saya harus check out jam 06.00 hahaha. Keseluruhan, saya puas menginap di sini, kalau ada kesempatan ke Jogja, saya akan dengan senang hati menginap di sini lagi.


Komentar
Posting Komentar