Saya sedang dilanda kegalauan. Galau akut!!!! Bukan galau karena masalah asmara..bukan…tapi galau dengan mimpi saya. Galau ini ditandai dengan tidur larut malam, bangun kesiangan, terlambat sampai kantor, dan berakhir di depan komputer dengan rasa malas. Ujung-ujungnya hari itu saya bekerja tidak maksimal. Habbit yang tidak baik..
Seorang sahabat baik bercerita, kalau dia juga sering mengalami hal yang sama. Bahkan galau versinya sukses bikin dia tidak bisa tidur nyenyak hampir 2 tahun. Kadang saya sampai melongo…sahabat saya seorang wanita, usia matang, karir yang cukup bagus (saat ini ia sedang dipromosikan naik jabatan), tapi ia merasa bukan hal itu yang diinginkan. Hm..pertanyaan yang muncul di kepala saat itu adalah ada apa dengan kami berdua?? Apa yang salah?? Apa yang harus kami lakukan??
Ketika saya bertanya apa yang membuat ia tetap bisa bertahan untuk waras, jawabannya cukup sederhana, berusaha menghadapi apa yang ada di depan mata. Sahabat saya meyakini kalau Tuhan bisa hadir lewat pemikiran dan perasaannya. Kalau Tuhan uda ngomong, pasti ada ilham yang ia dapat.
Saya merenungkan kata-katanya…
Berkutat dengan kegalauan yang sama selama 2 tahun, pasti bikin saya uda pengen memberontak. Saya tidak bisa membayangkan, melakukan hal yang sama setiap hari, tapi tidak menemukan kebahagiaan di dalamnya.
Sedikit flashback, saya akui, kegalauan ini, sepertinya karena saya sering mengeluh. Hebatnya, saya tidak mengeluh lewat kata-kata, hanya di pikiran. Tapi efeknya jauh lebih menyakitkan…
Mengikuti sahabat baik tadi, saya juga belajar buat lebih peka mendengar apa kata Tuhan. Mengurangi mengeluh. Berusaha menghadapi apa yang ada di depan mata. Dan percaya..kebahagiaan akan mengikuti dengan sendirinya….termasuk kebahagiaan mengejar mimpi…
Seorang sahabat baik bercerita, kalau dia juga sering mengalami hal yang sama. Bahkan galau versinya sukses bikin dia tidak bisa tidur nyenyak hampir 2 tahun. Kadang saya sampai melongo…sahabat saya seorang wanita, usia matang, karir yang cukup bagus (saat ini ia sedang dipromosikan naik jabatan), tapi ia merasa bukan hal itu yang diinginkan. Hm..pertanyaan yang muncul di kepala saat itu adalah ada apa dengan kami berdua?? Apa yang salah?? Apa yang harus kami lakukan??
Ketika saya bertanya apa yang membuat ia tetap bisa bertahan untuk waras, jawabannya cukup sederhana, berusaha menghadapi apa yang ada di depan mata. Sahabat saya meyakini kalau Tuhan bisa hadir lewat pemikiran dan perasaannya. Kalau Tuhan uda ngomong, pasti ada ilham yang ia dapat.
Saya merenungkan kata-katanya…
Berkutat dengan kegalauan yang sama selama 2 tahun, pasti bikin saya uda pengen memberontak. Saya tidak bisa membayangkan, melakukan hal yang sama setiap hari, tapi tidak menemukan kebahagiaan di dalamnya.
Sedikit flashback, saya akui, kegalauan ini, sepertinya karena saya sering mengeluh. Hebatnya, saya tidak mengeluh lewat kata-kata, hanya di pikiran. Tapi efeknya jauh lebih menyakitkan…
Mengikuti sahabat baik tadi, saya juga belajar buat lebih peka mendengar apa kata Tuhan. Mengurangi mengeluh. Berusaha menghadapi apa yang ada di depan mata. Dan percaya..kebahagiaan akan mengikuti dengan sendirinya….termasuk kebahagiaan mengejar mimpi…
Masukkan komentar Anda...
BalasHapushahaha.. dont said.. its about me!