CERITA MEMBUAT PASPOR SECARA ONLINE (DESEMBER 2015)

Kenapa sih harus pakai “Desember 2015” segala? Karena buat saya yang hobi browsing di internet, kadang sebal saja kalau lagi baca artikel dengan semangat, eh ternyata artikel itu sudah tidak update lagi. Memang sih, bisa dilihat di tanggal postingan artikel, tapi kadang suka kelewat gitu aja (kebiasaan emang). Untuk itu, sekedar berbagi aja, kali ini saya mau cerita pengalaman saya membuat paspor biasa 48 Halaman secara online per Desember 2015.

Pertama, yang perlu dipersiapkan menurut saya adalah dokumen pendukungnya seperti e-KTP (KTP lama tidak berlaku bagi pembuatan paspor baik online maupun manual), Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran/Ijazah Terakhir. Semua dokumen tersebut harus rangkap dua, asli dan foto copy. Karena berdasar pengalaman, saya sempat mengalami masalah saat semua proses sudah dilakukan bahkan sudah bayar biaya pembuatan paspor, ternyata dokumen KK yang asli sempat hilang gak tahu dimana. Untungnya, setelah bongkar sana-sini akhirnya ketemu juga. Gak lucu kan, duit kita melayang begitu saja gara-gara dokumen yang tidak lengkap.
Nah, kalau dokumen sudah lengkap, selanjutnya masuk saja ke situs www.imigrasi.go.id atau singkatnya ke alamat link berikut ini https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml.


Pilih “Pra Permohonan Personal” dan ikuti saja langkah-langkah yang ada. Karena tulisan ini dibuat setelah paspor saya selesai, jadi saya tidak bisa menunjukkan detail pengisiannya. Maaf ya…tapi beberapa point penting, misalnya:

1.    Kita tidak perlu melakukan pemindaian dokumen syarat pendukung seperti di sistem online sebelumnya. Dokumen tersebut hanya dibutuhkan saat verifikasi data di Kantor Imigrasi. Pastikan nama, tempat tanggal lahir, dan alamat pemohon antara KTP dan KK sama. Oh ya, pastikan punya email aktif ya, karena semua proses pendaftaran akan berhubungan dengan akun email.

2.    Pilih paspor 48 halaman (kecuali buat kamu yang ingin membuat paspor elektronik, bisa di skip point ini). Sebenarnya ada dua pilihan halaman paspor biasa, yaitu 24 dan 48 halaman. Kalau dulu paspor 24 halaman diperuntukkan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sekarang kedudukan kedua jenis paspor tersebut sama. Masa berlaku juga sama. Pembedanya cuma di biaya pembuatannya saja. Pembaruan peraturan ini sudah diinformasikan di website imigrasi. Tapi, banyak lho pihak imigrasi yang menganggap paspor 24 halaman itu masih dikhususkan bagi TKI. Seperti yang saya ketahui saat membuat paspor di Kantor Imigrasi Malang.

3.    Pilih lokasi Kantor Imigrasi terdekat dengan alamat tinggal. Karena saya berdomisili di Malang, maka saya memilih melakukan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi I Malang, Jalan R. Panji Suroso No 4 Malang. Agak bingung juga saat memilih lokasi, karena ternyata data imigrasi Malang belum diupdate dan masih tertulis Kantor Imigrasi II Malang. Jadi, pastikan dulu dengan cermat Kantor Imigrasi mana yang akan dipilih.

4.    Saat akan wawancara dan verifikasi data, pastikan semua dokumen pendukung dibawa dan datang pagi pukul 7.30. Saya kasih listnya lagi ya: KTP, KK, Kertas Bukti Pembayaran Paspor, Tanda Terima Permohonan, Formulir SPPI, Materai 6000, dan Lem. Iya bener “Lem”. Ini penting digunakan saat akan menempelkan materai ke surat pernyataan yang nanti akan diberi di lokasi. Saat itu, saya lupa tidak membawa lem, alhasil pakai jurus terakhir …. Ludah sendiri hahaha. Apesnya, saya dilihatin seorang cowok waktu beraksi. Gak papa deh, gak kenal juga kan?? :P

5.    Terus, saat wawancara kenakan pakaian yang rapi dan sopan ya. Rapi dan sopan menurut orang banyak, jangan menurut standar diri kita sendiri hehe. Saya salut dengan petugas di Kantor Imigrasi Malang, mereka cukup tegas dan sopan mengingatkan pengunjung untuk tidak masuk kalau berpakaian tidak sesuai aturan meskipun datang cuma untuk mengantar. Waktu itu saya menjumpai ada seorang bapak yang cuma pakai kaos oblong, celana 7/8, dan sandal jepit, terus diminta untuk keluar ruangan sama petugas imigrasi #prok-prok-prok

Hm…apa lagi ya?? Sepertinya cukup itu saja deh yang penting dan saya ingat hehehe. Syukur saya tidak menemui kesulitan yang gimana gitu waktu membuat paspor, kecuali insiden Kartu Keluarga saja. Server imigrasi juga lancar jaya. Saya cuma butuh waktu sekitar 2 jam saja untuk mendaftar.

Eh, apa saya sudah cerita tanggal berapa mulai urus paspor ini?? Ceritanya memang sedikit ngebut, ngejar sebelum libur akhir tahun. Pendaftaran online dan pembayaran saya lakukan hari Sabtu, 19 Desember 2015. Pilih tanggal wawancara hari Senin, 21 Desember 2015 dan paspor bisa diambil hari Senin, 28 Desember 2015. Seneng banget semuanya lancar. Total pengeluaran untuk buat paspor sekitar Rp.360.000, tanpa ngitung biaya foto copy dokumen dan materai.

Menurut saya, pelayanan paspor online ini sudah cukup bagus kok. Petugas juga informatif kasih keterangan juga solusi kalau ada pemohon yang mengalami kehilangan dokumen penting. Kalaupun ada kekurangan, saya rasa semua butuh proses. Asalkan benar-benar ada perubahan di tahun-tahun berikutnya.

Nah sekarang, paspor sudah di tangan, jalan-jalan kemana kita ya?? Ada masukan??

Komentar

Posting Komentar